Bloomberg Rupiah Exchange Rate Formula +20

Bloomberg Rupiah exchange rate menjadi standard perdagangan, namun Bank Indonesia terus berusaha menurunkan nilai tukar rupiah terhadap mata uang asing. Penguatan terbesar terjadi pada saat krisis ekonomi di tahun 1998. Selain penguatan tinggi yang terjadi di tahun 1998, pada tahun 2008 dan 2018 mata uang Rupiah juga mengalami penguatan yang cukup membahayakan.

Nilai tukar Rupiah berdasarkan Bloomberg Indonesia pada saat ini menguat +0,48% dan penguatan ini mengikuti stimulus ekonomi yang keluarkan oleh presiden. Perlu di perhatikan bahwa penguatan rupiah ini hanya sementara untuk menunjang laju inflasi yang terus meningkat.

Dari data inflasi yang di terbitkan oleh Badan Pusat Statistik – BPS dan Bank Indonesia – BI, tingkat inflasi Indonesia per tahun – year on year berada stabil di bawah 4% sejak tahun 2015. Namun keadaan ekonomi Indonesia sempat terpuruk pada 2002 dengan tingkat inflasi 17.11%.

Bloomberg Rupiah IDR exchange rate
Bloomberg Rupiah IDR exchange rate

Bloomberg Rupiah dan Inflasi Indonesia

Laju inflasi Indonesia di pertahankan tetap di abwah 4-5% persen setiap tahun. Penguatan ini terus menjadi target Indonesia economy outlook untuk meningkatkan investasi di Indonesia. Berikut ini adalah table Inflasi Indonesia per tahun.

TahunTarget InflasiInflasi Aktual
% YoY
20014% – 6%12,55
20029% – 10%10,03
20039+1%5,06
20045,5+1%6,40
20056+1%17,11
20068+1%6,60
20076+1%6,59
20085+1%11,06
20094,5+1%2,78
20105+1%6,96
20115+1%3,79
20124,5+1%4,30
20134.5+1%8,38
20144.5+1%8,36
20154+1%3,35
20164+1%3,02
2017​4±1%3,61
20183,5±1%​3,13
2019​3,5±1%​2,72
2020​3±1%​
2021*

Dari table di atas penguatan inflasi tetap akan mengalami penurunan, namun dengan tingkat GDP Indonesia yang sangat tinggi dibandingkan dengan negara ASEAN lainnya, maka Rupiah akan selalu berada di level atas Rp 14,000 stabil terhadap nilai tukar mata uang USD.

Bloomberg Rupiah Formula

Bloomberg Indonesia melakukan perbandingan dan analisa terhadap laju pertumbuhan ekonomi Indonesia. Dari analisis yang kami lakukan berikut ini adalah status ekonomi Indonesia yang perlu anda ketahui.

CategoryDetails
Electrical Power Consumption812
Fossil Fuel Consumption65,6
Gasoline Price$ 0,63
GDP$ 1,015,539,017,537
Health Expenditure as % GDP3%
Market Cap Listed Companies$ 520,686,680,000
Minimum Wage$ 0,48
Out of Pocket Health Expenditure48,3%
Tax Revenue10,3%
Total Tax Rate30,0%
Unemployment Rate4,28%
Urban Population145,662,523

Tax rate Indonesia terbilang sangat tinggi dibandingkan dengan negara lain tetutama di kawasan ASEAN. Tingkat tax revenue 10,3 masih terbilang kecil, namun dari total tax rate 30% justru berbanding terbalik dengan health expenditure as % GDP yang hanya 3%.

Negara di kawasan Eropa memiliki total tax rate 30-45% bahkan memiliki health expenditure rate as % GDP bahkan sampai 20%.

Penguatan nilai tukar Rupiah tidak akan sama jika banyaknya permasalahan global yang memasuki Indonesia. Seperti Corona Virus COVID-19 yang sudah diumumkan bahwa Indonesia memiliki suspect 2 orang pada Februari 2020. Namun berita ini terus di stabilkan oleh pemerintah untuk membuat masyarakat tidak panik.

Perlu diwaspadai bahwa tingkat suku bunga bank di Indonesia juga menjadi dasar menarik investor luar negari ke Indonesia. Dengan tingkat suku bunga yang masih di atas rata-rata, Indonesia berusaha menarik investor luar negeri untuk melakukan investasi di Indonesia.

Dalam trading saham harian saja di Indonesia, jumlah transaksi yang dilakukan oleh investor luar negeri 57% – 72% dari total transaksi saham di Bursa Efek Indonesia. Dari banyaknya investor asing yang melakukan trading saham di Indonesia, banyak spekulasi saham yang dilakukan untuk menaikkan nilai harga saham. Salah satu yang menjadi perhatian adalah ketika saham Bank Central Asia – kode saham BBCA naik sangat tinggi sampai menyentuh level Rp 32,000 per saham. Namun mengalami penurunan hanya dalam waktu 1 hari setelah penguman beli besar-besaran oleh investor luar ngeri.

Untuk lebih aman berinvestasi kami menyarankan hanya fokus terhadap perusahaan dengan market capital besar saja di Indonesia. Investasi yang dilakukan adalah sebagai berikut:

  • Investasi Saham
    Fokus terhadap perusahaan dengan market capital besar di Indonesia. Seperti saham perbankan, telekomunikasi, dan investment company
  • Investasi Reksadana
    Reksadana pasar uang dan reksadana fix income adalah pilihan terbaik sepanjang pemerintah belum memberikan ketetapan penuh terhadap laju pertumbuha untuk quartal 3 dan quartal 4.
  • Investasi Emas
    Lakukan buy and hold di setiap akhir semester. Ini akan memberikan return to profit lebh besar dari pada investasi saham dan investasi reksadana.

Bloomberg Indonesia akan terus memperbaharui nilai tukar rupiah melalui Bloomberg Rupiah IDR Indonesia channel kami. Data yang di validasi dengan tingkat GO yang tinggi dari Bloomberg Data Analytics.