IHSG Turun ke Level 6,140.17 −118.40 (1.89%)

IHSG mengalami penurunan yang cukup dalam hari ini. Selain meningkatnya kasus positif COVID-19 di Indonesia terutama di kota-kota besar yang sangat berpengaruh terhadap laju pertumbuhan ekonomi Indonesia. Namun penurunan ini juga disebabkan karena kurangnya sentimen terhadap market.

Penyebab Penurunan IHSG

Bisa dikatakan tren investasi mulai kembali marak masuk ke Indonesia meskipun badai COVID-19 belum juga usai. Hal ini tercermin dari angka Penanaman Modal Asing (PMA) yang mulai cenderung meningkat menjadi Rp111,1 triliun (51,7%) pada kuartal IV-2020 akhir tahun lalu.

IHSG turun

Berdasarkan data Badan Koordinasi Penanaman Modal (BKPM), sepanjang Januari-Desember 2020 total investasi mencapai Rp826,3 triliun (101,1%) dari target Rp817,2 triliun.

Merujuk pada negara asal, Singapura menjadi negara nomor satu yang berinvestasi di Indonesia dengan realisasi US$9,8 miliar (34,1%), disusul Tiongkok US$4,8 miliar (16,7%), Hongkong US$3,5 miliar (12,1%), Jepang US$2,6 miliar (9,1%), Korea Selatan US$1,8 miliar (6,3%), dan negara lainnya US$6,2 miliar (21,7%).

Di bursa, Investor mencerna secara positif mengenai data investasi tersebut dengan memburu saham-saham unggulan yang tergabung dalam Indeks LQ-45. Hal ini tercermin melalui kinerja indeks LQ-45 yang naik 0,29% sepekan lalu di kala Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami koreksi 1,04%.

IHSG: Pefindo Sematkan Peringkat Investment Grade AAA untuk Adira Finance (ADMF)

PT Pemeringkat Efek Indonesia (Pefindo) menyematkan peringkat rating AAA untuk kredit korporasi dan obligasi konvensional PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk (ADMF) yang masih beredar. Sukuk Adira Finance yang masih beredar juga memperoleh peringkat AAA.

Berdasarkan keterangan Pefindo, peringkat tersebut mencerminkan sinergi yang kuat dan hubungan yang saling menguntungkan antara perseroan dan induk perusahaan, PT Bank Danamon Indonesia Tbk (BDMN).

IHSG: Emiten Grup Sinarmas Puradelta Lestari (DMAS) Bukukan Penjualan Lahan Industri 119 Hektare

Emiten pengembang kawasan industri milik Grup Sinarmas, PT Puradelta Lestari Tbk (DMAS) mencetak penjualan lahan industri seluas 119,5 hektare sepanjang 2020.

Adapun pembeli lahan industri milik emiten berkode saham DMAS tersebut berasal dari sektor otomotif dan terkait otomotif, pangan, pergudangan (warehouse), serta pusat data (data center).

IHSG: Krakatau Steel (KRAS) Berhasil Tekan Biaya Operasi Sebesar 41% Sepanjang Tahun 2020

Sepanjang tahun 2020, BUMN besi dan baja tersebut berhasil menurunkan biaya operasional hingga 41% menjadi US$200,8 juta, dibandingkan tahun 2019 yang sebesar US$337,4 juta.

Capaian tersebut disumbang dari beberapa komponen biaya seperti penurunan biaya energi, penurunan biaya utility, penurunan biaya consumable, penurunan biaya sparepart, maupun penurunan biaya operasional lainnya.

IHSG: Smartfren Telecom (FREN) Akan right issue

PT Smartfren Telecom Tbk (FREN) akan melaksanakan penambahan modal dengan hak memesan efek terlebih dahulu (HMETD) alias right issue dengan harga penawaran yang sama dengan nilai nominal sebesar Rp100/saham.

Seperti diketahui, FREN berencana menerbitkan sebanyak-banyaknya 7 miliar saham baru melalui right issue. Smartfren juga akan menerbitkan waran sebanyak-banyaknya 91,99 miliar unit atau sekitar 34,9% dari seluruh jumlah saham yang ditempatkan dan disetor.

Informasi terbaru lainnya:

  • Rupiah Masih Undervalued, Begini Ramalan Bank Indonesia di Tahun 2021. Nilai tukar rupiah terhadap dolar Amerika Serikat (AS) cenderung menguat di awal tahun 2021 ini. Namun, mata uang Garuda tersebut menurut Bank Indonesia (BI) masih jauh dari nilai fundamentalnya (undervalued).
  • Pemerintah Klaim 179.000 Orang Sudah Divaksinasi Hingga 25 Januari 2020. Menteri Koordinator bidang Perekonomian Airlangga Hartarto menyampaikan sebanyak 179.000 dosis vaksin COVID-19 telah digunakan hingga 25 Januari 2021 lalu. Pemerintah juga telah mendistribusikan lebih dari 1,48 juta dosis vaksin hingga kini.
  • Kiat Menjadi Seorang Investor Ritel Profesional. Investor ritel identik dengan modal investasi yang kecil dan pengetahuan akan investasi yang minim. Meski demikian, investor ritel sebenarnya juga bisa mengelola portofolio investasi layaknya seorang profesional yang berpengalaman.
Tags:, , ,