Reksadana Saham Terbaik Hari Ini 5 Juli 2019

Reksadana saham terbaik hari ini diurutan pertama adalah Valbury Equity I dengan return hari ini 1.46%. Diurutan kedua terbaik adalah Reksa Dana Corfina Grow -2- Prosper Rotasi Strategis dengan return 1.21%. Serta di urutan ketiga adalah Sucorinvest Sharia Equity Fund dengan return 1.16%.

Perlu diingat bahwa dengan memiliki portfolio investasi reksadana saham maka anda sebagai investor paham dengan tingkat return yang tidak stabil tersebut. Tingkat return memiliki banyak faktor penilaian mulai dari macro economy Indonesia sampai dengan investment manager yang memiliki equity portfolio yang tidak menguntung.

Reksadana Saham Terbaik Hari Ini

Berikut ini adalah 10 reksadana equity fund (saham) dengan return tertinggi di tanggal 5 Juli 2019.

[supsystic-tables id=3]

Majoris Saham Alokasi Dinamik Indonesia

Kinerja Reksa Dana Majoris Saham Alokasi Dinamik Indonesia selama bulan Juni 2019 mengalami kenaikan sebesar +2.42%. Relatif outperform terhadap Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang mengalami penguatan sebesar +2.41%. Secara year to date (YTD), kinerja JII masih negatif yang didorong oleh sentimen pasar global terhadap US-China trade war yang belum benar-benar berakhir sehingga volatilitas pasar masih tinggi. Walaupun demikian, tensinya mereka dalam sebulan terakhir sehingga di response positif oleh psar dan kinerja satu bulan terakhir menjadi positif.

Data ketenagakerjaan AS (Nonfarm Payrolls) yang dirilis awal Juni 2019 hanya berada pada level 75 ribu. Melemah signifikan dibandingkan angka periode sebelumnya di level 224 ribu. Hal tersebut memberikan indikasi awal perlambatan aktivitas ekonomi AS sehingga berpotensi meningkatkan peluang rate cut pada Fed Rate. Diperkuat oleh pernyataan the Fed yang membuka kemungkinan pemotongan suku bunga the Fed pada semester 2 tahun ini. Hal tersebut membuat dana investor cenderung lari dari AS menuju ke negara yang memberikan imbal hasil lebih tinggi, termasuk Indonesia. Selain itu, data neraca perdagangan Indonesia mengalami surplus +0.21 milyar USD setelah bulan sebelumnya mengalami deficit sebesar -2.50 milyar USD. Data inflasi Indonesia juga mengalami peningkatan secara MoM maupun YoY. Karena hal-hal tersebut, pasar saham mengalami penguatan dalam 1 bulan terakhir.

Alokasi aset pada equity akan ditingkatkan menjadi lebih agresif, khususnya pada saham-saham yang berfundamental baik dengan valuasi yang murah. Untuk mensiasai pasar yang masih volatile. Kenaikan alokasi tersebut akan diataur agar tetap lincah jika sewaktu-waktu harus bergeser kembali ke defisit ataupun agresif.